Senin, 09 Januari 2017

Biermann Is Unrecognizable in Throwback Photo from When She Was 16



Kim Zolciak-Biermann is feeling nostalgic!
Just two weeks after The Real Housewives of Atlanta star, 38, shared stunning side-by-side photos of her younger self with some of her children, she’s at it again. Zolciak-Biermann came across a photo of herself as a teenager and shared the snap on her Instagram on Monday.
“Cleaning house today and I just can’t believe how time flies!” she captioned the throwback photo of herself smiling for the camera with a pink and black ribbon in her hair. “I was 16ish here at my dance recital. i did tap, ballet and jazz for 14 years!”
No wonder she joined Dancing with the Stars in 2015, competing for three weeks before being forced to drop out of the competition after suffering a mini stroke that required heart surgery and prevented her from traveling.
Previously, Zolciak-Biermann compared her teenage children to a similar photo of herself at 16.

Prince Harry Reveals the Place ‘I Feel More Like Myself Than Anywhere in the World’

Prince Harry Reveals the Place 'I Feel More Like Myself Than Anywhere in the World'

Prince Harry may be a British royal, but he feels most at home at a location a little further south.
That place is Africa, a continent Harry has traveled to (and worked in) multiple times over the past 20 years. His first visit came just after his mother’s death in 1997, when his father, Prince Charles, took him and his brother, Prince William, to clear their heads after tragedy. Now, he makes the trek annually.
“My dad told my brother and me to pack our bags—we were going to Africa to get away from it all,” he told Town & Country in their February cover story. “My brother and I were brought up outdoors. We appreciate nature and everything about it. This is where I feel more like myself than anywhere else in the world.”
His most recent trip to Africa came this past August, when he visited Malawi to participate in the 500 Elephants relocation project with non-profit conservation group Africa Parks. Town & Country documented Harry’s time in Malawi over six days of his three week trip in the thick of the animals’ migration — one of the largest human-led relocations in history.

The 500 elephants and 2,000 other animals — a mixture of buffaloes, zebras, warthogs and others — were relocated from an area where they’re in high supply to another park, Nkhotakota, where the population has diminished due to poaching.
Harry became acquainted with African Parks in the summer of 2015, but this is his first time working with them on-site. The organization works not only with animal conservation, but with preserving Africa’s wildlife habitats — many of which cannot be sustained without a wildlife population.
“I completely fell in love with African Parks, because they get things done,” he said. “They make tough decisions, and they stick to principles.”
In the group, Harry is just one of the crew — people even address him as such, by his first name! He sleeps in the same tents, and wakes up with the sun like the rest of them.
“I love spending time with these guys,” he told T&C of the experience. “Night after night, chewing the fat around the fire, about the pros and cons of the legalization of rhino horn, or the historic migratory paths of elephants, or the population explosion on the African continent. And also conservation back home, which is hugely important.”
Harry’s passion for conservation isn’t the only thing that keeps him coming back to Africa. He says when he’s there, his mood shifts, his worries float away — in particular, due to the anonymity he’s able to have there.
“I wish I could spend more time in Africa,” he said. “I have this intense sense of complete relaxation and normality here. To not get recognized, to lose myself in the bush with what I would call the most down-to-earth people on the planet, people [dedicated to conservation] with no ulterior motives, no agendas, who would sacrifice everything for the betterment of nature… I talk to them about their jobs, about what they do. And I learn so much.”
And of course, he takes what he does in Africa and brings it back to Britian, too.
“I go home and bang the drum. So that we can all try to make a difference.”


Adik Ahok Beberkan Kebencian FPI pada Sang Kakak



Adik kandung terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Fifi Lety Indra menilai seluruh pelapor menaruh kebencian terhadap sang kakak. Terlebih, kata Fifi, pihak Front Pembela Islam (FPI).
Pernyataan ini disampaikan Fifi usai mendampingi Ahok menjalani sidang keempat dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak pelapor yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum pada, Selasa (3/1/2017) lalu.
Keempat saksi yang dihadirkan pada persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, antara lain Sekjen DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin, Imam FPI Jakarta Habib Muchsin bin Zaid Al Attas, Gus Joy Setiawan, dan Syamsul Hilal.
"Pelapor yang sebelumnya itu juga dari FPI. FPI itu sudah jelas-jelas bisa kita buktikan penuh kebencian, Habib Novel itu," ujar Fifi yang juga tergabung dalam tim penasehat hukum Ahok.
Dalam persidangan, ucap Fifi, Novel beberapa kali sempat menunjuk-nunjuk Ahok dan melontarkan sejumlah tuduhan.
"Karena dalam sidang dia menunjuk-nunjuk Pak Basuki dan dia bilang 'bapak ini membunuh, memenjarakan dan bapak ini telak melakukan penistaan agama'," kata Fifi.
Selanjutnya, Fifi mengungkapkan kebencian-kebencian FPI sudah dilakukan sejak 2014 saat Ahok ingin dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang terpilih menjadi presiden RI.
Saat itu, FPI terus-terusan melakukan aksi unjuk rassa di depan gedung Balai Kota dan gedung DPRD DKI Jakarta hingga sempat ricuh ketika itu.
"Sebelum Bapak Ahok dilantik jadi gubernur DKI menggantikan Pak Jokowi, siapa yang demo menolak Pak Ahok? FPI bukan? Kemudian siapa yang nolak Pak Ahok untuk dilantik? FPI bukan? Jadi sudah terbukti ada motif dari saksi-saksi pelapor yang notabene bukan penduduk Pulau Seribu," jelas Fifi.
"Dan mereka sangat menghina umat Islam yang lain, yang tidak sama dengan mereka. Kemudian mereka juga bilang bukan hanya atas nama umat Islam seluruh Indonesia pada BAP (Berita Acara Pemeriksaan), mereka juga bilang atas nama umat Islam seluruh dunia," Fifi menambahkan.

Kamis, 05 Januari 2017

Destinasi Wisata Bahari Bakal "Naik Daun" Tahun Ini, Tiga Nusa di Bali Jadi Favorit


Sejumlah destinasi wisata bahari di Bali dan Maluku diprediksi akan "naik daun" pada 2017.
Kemudahan akses dan atraksi wisata yang ditawarkan untuk wisatawan menjadi alasan destinasi wisata itu mencuat.
"Bali tahun (2017) ini gak hanya di selatan. Untuk tiga nusa, akhir semester 2016 itu baru hits. Tapi paket wisata untuk tiga nusa itu sudah ada dari semester 2 tahun 2016. Paket open tripnya sudah ada dan sekarang masih ada, seharusnya akan ramai," jelas Chief Executive Officer Triptrus.com, Brahmantya Sakti saat dihubungi KompasTravel, Selasa (3/1/2017).
Tiga nusa di Bali yang dimaksud Brahmantya adalah Nusa Penida, Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan di Kabupaten Klungkung.
Ia mengatakan aktivitas di tiga nusa Bali tersebut seperti snorkeling, diving, dan juga berfoto di tebing-tebing.
"Sampai saat ini, yang saya tahu sih lebih ke arah foto-foto. Activity-nya belum terlalu menonjol. Jadi lebih ke arah foto-foto," tambah Brahmantya.
Adapun tempat-tempat foto yang kerap dikunjungi wisatawan di Nusa Penida seperti Tebing Pantai Atuh.
Dari atas tebing Pantai Atuh, latar pemandangan yang bisa dilihat adalah bukit-bukit batu, laut biru, dan bebatuan.
Sementara di Nusa Ceningan, wisatawan biasa mengunjungi Blue Lagoon.
Aktivitas yang bisa dilakukan di Blue Lagoon seperti lompat dari tebing dan berfoto layaknya di tebing Pantai Atuh.
Brahmantya menyebut Bali memang menjadi magnet bagi wisatawan untuk berlibur.
Menurutnya, Bali lebih mapan secara pariwisata dibanding daerah lain di Indonesia.
"Kepulauan Kei juga akan meningkat pesat dan hits di tahun 2017. Obyek wisatanya bagus," ujar Brahmantya.
Ia mengatakan Kepulauan Kei di Maluku Tenggara diprediksi akan naik daun lantaran pelaku industri wisata setempat rajin untuk mengeksplor tempat-tempat wisata.
Selain itu penerbangan ke Kepulauan Kei juga terbilang ramai.
Obyek wisata bahari di Kepulauan Kei seperti Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir; Pantai Pasir Panjang - Ngurbloat, Ohoi Ngilngof; Pasir Timbul Ngurtavur; Pulau Bair dan aneka destinasi lain.

Ahok Mau Polisi Minta Provider Nomor HP Habib Novel


Sekretaris Jenderal DPP FPI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan Bamu'min dalam orasi menilai Ahok sudah gagal menjadi pemimpin.

Terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap pihak kepolisian bisa bicara dengan provider nomor telepon Sekretaris Jenderal DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin. Ahok ingin seluruh percakapan Novel dengan sejumlah warga Kepulauan Seribu yang menyatakan Ahok menistakan agama pada 27 September 2016 di telepon genggamnya dibuktikan. Sebab, dalam persidangan tadi, Novel menyatakan ada sebagian warga Kepulauan Seribu yang melaporkan kepadanya kalau Ahok diduga melakukan penodaan agama setelah mengutip surat Al Maidah ayat 51. "Habib Novel mengatakan, sorenya 27 September banyak telepon masuk menelepon beliau dari pulau seribu, dan mengatakan saya menista agama," ujar Ahok usai menjalani persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017) malam. Namun sayang, saat Ahok dan tim penasihat hukumnya bertanya terkait warga kepulauan seribu yang menelponya dan menyatakan Gubernur Jakarta saat itu telah melakukan penodaan agama, Novel beralasan. "Terus kita tanya bagaimana, siapa yang telepon. Katanya sudah dihapus sms dan teleponya," ujar Ahok. "Maka kita akan ajukan polisi, untuk meminta bukti dari provider, Tanggal 27 September 2016 sore, ada beberapa orang yang telepon ke Jakarta dari Pulau Seribu ke nomor habib Novel," jelas Ahok. Selain itu, mantan Bupati Bekitung Timur ini juga mempertanyakan kesaksian Novel dalam persidangan menyebut pelaporan Ahok ke Bareskrim Polri ketika itu berdasarkan khendak umat islam di Indonesia.
 "Dia tulis dalam pelaporan tersebut atas kehendak umat Islam seluruh Indonesia. Saya tanya orang Pulau Seribu umat islam Indonesia bukan? Iya, tapi kurang beriman katanya, ini beda islamnya. Udah saya nggak mau bedebat lagi," kata Ahok.

Bali, Destinasi Wisata Paling Banyak Dibicarakan Netizen


Bali menjadi destinasi wisata yang paling banyak dibicarakan netizen luar negeri pada tutup tahun 2016. General Country Manager Isentia Jakarta Luciana Budiman mengatakan popularitas pulau Dewata yang menyajikan banyak pengalaman eksotis, kaya kuliner khas nusantara, dan pesona baharinya menjadi daya tarik tersendiri di mata pelancong asing.
Menurut dia, ini berdasarkan pemantauan perusahaan media intelligence asal Australia, Isentia terhadap pembicaraan via media sosial di negara-negara Eropa, Amerika serta Australia. Pantauan ini dilakukan sejak 1-22 Desember 2016 mengingat bulan tersebut memasuki musim liburan negara-negara tempat turis-turis tersebut berasal.
Bali, kata Luciana, dianggap tempat wisata yang lengkap, mulai dari wisata pegunungan, pesawahan, danau-danau, taman hiburan, pura, serta wisata dan olah raga laut dan pantai. Jarang ada tempat wisata di negara lain yang memiiki spot selengkap Bali," tutur Luciana dalam siaran persnya.
Menurut dia, dari hasil pemantauan di media sosial seperti Twitter, Facebook, blog, portal berita yang memiliki kolom komentar hingga forum, pembicaraan tentang Bali mencapai sebanyak 6.550 buzz dari netizen Australia atau 23,35 persen. Dari Eropa, total pembicaraan mencapai 7.384 buzz dengan rincian Prancis 1.737 (6,19 persen) dan Inggris 5.647 (20,13 persen). Netizen Amerika menyumbang buzz paling besar yaitu 14.118 atau 50,33 persen.
Luciana menjelaskan, pembicaraan para netizen tidak melulu soal rencana perjalanan akhir tahun ke Bali. Namun juga ungkapan kekaguman, testimoni makanan, rekomendasi tempat wisata, tips perjalanan saat di Bali. "Juga sekedar bercerita tentang kenangan manis sewaktu mereka berkunjung ke pulau Dewata ini, tuturnya.
Dia menambahkan, reputasi Bali di mata dunia memang tidak perlu dipertanyakan. Suguhan keindahan dan kearifan budaya lokal, sistem wisata yang berjalan baik serta iklim ramah terhadap para turis membuat wisatawan mancanegara selalu ingin kembali ke Bali.
Tidak heran jika pembicaraan yang kami pantau di semua lini sosial media selama 22 hari ini juga berisi tentang kekaguman netizen luar terhadap Bali. Ini tentu sinyal positif terhadap industri pariwisata kita, tutur Luciana.
Senada dengan hasil penelitian Isentia, Ketua DPD ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) Bali I Ketut Ardana mengungkapkan Bali akan tetap menjadi destinasi wisata favorit sepanjang masa dikarenakan faktor budayanya yang unik, alamnya yang indah serta keramahtamahan warganya.
Budaya Bali sangat unik dan tidak ada duanya di dunia," ucap dia. Selain itu, kata dia, pulau ini juga menawarkan ekowisata, wisata petualangan, wisata spa, spiritual, belanja, bulan madu dan sebagainya. Bali pun berbeda dengan daerah-daerah wisata lain di Eropa, Amerika dan Australia. "Keunikan yang dimiliki tidak bisa disamakan dengan daerah wisata di negara lain, tuturnya.

Selasa, 03 Januari 2017

Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah Warga di Sragen


Ratusan rumah milik warga di enam desa, di wilayah Kecamatan Sukodono, Tanon, dan Plupuh, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) rusak akibat diterjang puting beliung.
Genting rumah beterbangan, atap teras terangkat, kandang kambing roboh, hingga puluhan pohon tumbang. Bahkan, bencana itu mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka pada bagian kepala.

Kedua orang yang mengalami luka-luka yaitu Suparmi Wulandari (32), dan anak perempuannya bernama Nisa Novitasari (17). Keduanya warga Dukuh Gayaman, Desa Karungan, Plupuh, Sragen. Keduanya sempat dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami luka sobek di kepala akibat tertimpa genting.
Salah seorang warga Sukodono, Kasmudi mengatakan menerima laporan tentang sejumlah kerusakan akibat bencana putting beliung di tiga kecamatan tersebut. Kasmudi menyampaikan, puting beliung melanda Dukuh Mantub RT 005, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen dan menyebabkan dua rumah rusak akibat tertimpa pohon jati yang tumbang.

“Sementara di Plupuh juga ada angin rebut dengan korban tujuh rumah rusak karena genteng beterbangan dengan kerugian mencapai jutaan rupiah. Yang paling parah korbannya justru di wilayah Kecamatan Tanon. Di Desa Pengkol itu ada atap rumah warga terangkat, dan kandang kambing tertimpa pohon jati hingga seekor kambing mati. Kerugian seniai Rp11 juta,” ujarnya seperti dikutip dari Solopos.com.

Selain itu, dia juga mencatat kerugian bencana angin ribut paling parah di Desa Kecik dengan jumlah rumah yang rusak mencapai 90 unit yang menyebar di Dukuh Sambirejo, Tanjung,Jetis, dan Kecik. Total kerugian, ujar dia, belum dihitung secara detail.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Tatag Prabawanto, juga sudah mendapat laporan bencana angin ribut dari tiga kecamatan itu, Tatag juga juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) sudah memerintahkan Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Heru Wahyudi, dan Dinas Sosial untuk terjun langsung ke lapangan untuk mendata jumlah kerusakan rumah warga.

Mereka akan memastikan kriteria kerusakan rumah, rusak ringan, sedang, atau berat. Ketiga kecamatan yang terlanda bencana itu di Sukodono, Tanon, dan Plupuh. Kami minta warga di lain
kecamatan tetap waspada dengan anomali cuaca yang ekstrem. Rencana kami tetap memberi bantuan berupa sembako